I’m Back

11 08 2010

Hahay semuanya, udah lama sekali rasanya gwe meninggalkan blog ini. Banyak hal terjadi, salah satunya gwe bikin blog baru lagi, jadi blog yang ini makin tak terurus.wkwkwkk…emang dasarnya gwe ini bosenan sih.

Singkat cerita, gwe udah lulus kuliah dari sebuah kampus telekomunikasi ternama di pinggiran kota Bandung. Setelah sempat pusing mikirin skripsi yang sempet hampir bikin gwe mogok kuliah (wkwkwk…hoax), gwe berhasil lulus sidang juga setelah 2 jam lebih dibantai para dosen. Alhamdulillah…

Jalan gwe alhamdulillah lancar. Mungkin Allah sedang menguji gwe dengan diberi nikmat yang berlebih, mau lihat apa gwe bersyukur atau malah sebaliknya. Setelah wisuda, gwe langsung dapat tawaran kerja disebuah perusahaan telekomunikasi Internasional milik pemerintah Jepang. Yahh…mungkin kalo di Indonesia ya mirip Telkom gitu, tapi milik Jepang. Ternyata gwe gak betah disana, mungkin emang gwe gak suka kerja di Jakarta. Gwe gak suka kemonotonan rutinitas yang harus gwe lihat tiap hari. Pagi yang panas, macet, orang-orang yang berjalan tergesa, dan ditambah asap kendaraan yang bakal bikin paru-paru anda lebih tua daripada umur anda.Cukup bertahan sebulan, gwe akhirnya mengundurkan diri.

Setelah mengundurkan diri, gwe emang berniat buat lanjut kuliah lagi, males kerja. Mungkin setelah ambil S2 dan bekerja sebagai dosen, gwe bakal hidup dengan tenang tanpa terperangkap rutinitas dan tekanan. Akhirnya gwe coba-coba daftar pasca sarjana di ITB. Selama proses mendaftar inilah banyak panggilan kerja yang dateng. MasyaAllah, giliran niat sekolah aja malah rame panggilan. Tapi gwe gak datengi panggilan-panggilan itu. Dalam hati gwe gak mau lagi kerja di perusahaan swasta. Kapok.

Begitu ada lowongan dari BUMN, gwe iseng-iseng aja masukin. Siapa tahu gw beruntung. Jadilah gwe daftar di BUMN tempat gwe bekerja sekarang. Alhamdulillah semuanya lancar. Dari tiap tahapan tes, entah kenapa gwe selalu merasa yakin bahwa gwe akan lanjut dari tahapan yang satu ke tahapan selanjutnya. Bye…bye…Pasca ITB, mungkin sekitar 3 tahun lagi gwe akan kembali datang padamu.

Banyak sekali kejadian ajaib yang gwe alami dari awal masuk sampai sekarang, dari proses rekruitmen, kesamaptaan, smpai diklat. Gwe menemukan saudara-saudara baru disini. Lain kali gwe ceritain lagi ya.

Good night everybody, selamat sahur dan menjalankan puasa hari ke 2. :D





Musik itu…

3 04 2009

Kalo ditanya gwe cinta musik atau enggak, gwe cinta banget. Bahkan gwe sempet aktif di 3 Band sekaligus semasa SMA dengan posisi yang berbeda-beda. Hahahaha…Ajaib!

Tapi sekarang gwe gak pernah main band. Gwe udah keluar dari dunia persilatan. Meninggalkan semua hiruk pikuknya jadi pemain band, hingar bingarnya sound studio musik yang memekakkan telinga, meninggalkan dentingan piano dan petikan bass, meninggalkan panggung-panggung yang duulu ketika gwe main, gwe senang berada di atasnya.

Cuma kalo nyanyi, sepertinya masih. Walau terbatas teriak-teriak di kamar dan kamar mandi, gwe masih suka nyanyi sambil joget-joget gila.

Mmmm…sekarang entah kenapa hasrat main musik gwe udah hilang. Bosan kali ya? Tapi gwe masih menikmati musik. Bersenandung dengan nada-nada baru sampe kadang jadi sebuah Reff ataupun awalan pembuka tanpa disengaja. Hahaha…ternyata memang gwe cinta musik.

Dan anehnya, gwe selalu menemukan musik yang pas dengan suasana hati gwe. Diakui atau tidak. Kadang lagu-lagu yang gwe dengerin saat itu menggambarkan suasana hati gwe. Senang, sedih, bimbang, ragu, semuanya menggambarkan gwe. Jadi kaya’ film India. Hahahaha… (tapi gwe gak suka film India)

Kalo ditanya sekali lagi musik itu apa? Mungkin gwe bisa jawab, musik itu hati gwe. Hal yang menggambarkan perasaan gwe.

nb: Dalam Islam, mendengarkan musik itu haram. Jadi maafkan hamba Ya Allah. Kecintaan hamba kepada musik tak mlebihi kecintaan hamba pada-Mu.





Andai Aku Menjadi

31 03 2009

Pernah ketika gwe gi ngobrol ma ibu, ngomongin masalah kegiatanku setelah lulus nanti, gwe tiba-tiba nyeletuk,”Aku pengen jarak waktu antara aku sidang sampe aku wisuda nanti jualan di pasar. Entah jualan tempe atau jualan jajan anak-anak, aku pengen nglakuin itu. Atau kalo uangku belum cukup, aku pengen ikut orang jualan.”
tempe
Ibuku menganggap itu cukup aneh. Tapi bagiku, belajar hidup mulai dari bawah, belajar hidup kekurangan, belajar mencukupi kebutuhan hidup sendiri dari usaha kecil, aku rasa itu akan membentuk karakterku. Dan ketika aku sukses dengan pekerjaan yang lebih baik, aku akan menjadi orang yang bersyukur berapapun penghasilanku.

Sebenarnya sederhana. Aku sudah mengumpulkan modal usaha kecilku dari uang bulanan yang orang tuaku kirimkan. Aku buka tabungan sendiri untuk modal usahaku. Berapapun hasil tabunganku itu, dengan batas akhir setelah aku menyelesaikan sidang dan revisinya sekaligus, aku akan mencoba usaha.

Aku ingin merasakan hidup satu bulan di kotaku sendiri (Pekalongan) tapi tidak tinggal dengan orang tuaku. Tiap hari berangkat ke pasar untuk jualan, bergaul dengan pedagang-pedagang, dan belajar banyak hal dari mereka. Tentang bagaimana kesederhanaan itu, tentang enterpreneurship, tentang mengelola dagangan, dan bagaimana berhubungan dengan pelanggan. Sepertinya itu akan menyamai pendidikan yang aku tempuh selama 4 tahun kuliahku.

Setelah itu? Setelah itu aku akan wisuda, melanjutkan S2, bekerja di bagian marketing perusahaan telekomunikasi atau perusahaan Multinasional, dan membawa semua pengalamanQ selama 1 bulan itu. Aku simpan itu sebagai kenangan terindah dan bagian dari pelajaran berharga dalam hidupku. Tentunya aku akan mempunyai lebih banyak saudara setelah itu.

Itu rencanaku…

Berharap semuanya mendapat ijin dari Tuan dan Nyonya Besar di rumah dan juga Allah SWT.¬† Atau barangkali akan ada yang memberi modal dengan nominal maksimal 500ribu. Maksimal…aku gak mau menerima lebih dari itu. :)





Aku memintanya dari-Mu

27 03 2009

Hari masih terlalu dini ketika aku terbangun dan membuka mataku. Masih terasa berat dan beban. Kantuk rasanya masih sangat akrab hingga dia tak mau pergi.

Aku gerakkan badanku perlahan. Posisi tidurku yang miring agaknya membuat sekujur tubuhku terasa pegal. Aku tatap langit-langit kamar, masih memfokuskan mata untuk mengerjap dan menghilangkan kantuk. Aku lihat jam digital dari handphone yang tak pernah lepas kemanapun aku pergi. Mmm…jam 3 pagi.

Adzan pertama pagi itu berkumandang pelan dari masjid yang letaknya tak jauh dari kostQ. Allahu akbar…berat sekali badan dan mataku untuk diajak kerja sama hari ini. Mungkin karena aku baru bisa tertidur setelah lkewat jam 12 tadi malam. Hmmp…berarti tidurku masih kurang dari 3 jam.

Aku dudukkan badanku. Setengah memaksa untuk duduk lebih tepatnya. Mataku tiba-tiba berair ketika aku menguap panjang, sepertinya dia protes karena cuma diberi waktu sedikit untuk istirahat. Tapi karena aku ingin mengadukan sesuatu dan ingin meminta sesuatu dari yang membuatnya dan membuatku, aku memaksanya.

“Ayo…kita lakukan ini sama-sama. Oke?”
Read the rest of this entry »





Sekilas Pikiran Jalanan

25 03 2009

Ini kebiasaan gwe sebenarnya, kebiasaan buruk yang tak patut untuk dicontoh. Yaitu, gwe kalo naik motor pikiran melayang kemana-mana. Mikir kapan gwe bisa punya mobil, mikir skripsi gwe, mikir kuliah gwe yang udah gwe tinggalin sebulan ini, mikir sisa uang bulanan yang tinggal dikit, dan mikir anak-istri gwe di rumah makan apa (haha…yang terakhir hoax).

Nah berhubung gwe suka mikir yang enggak-enggak di jalan, begitu pula yang terjadi dengan pikiran gwe pas pulang tadi yang keinget ajakan dugem temen kantor karena ada ultah salah satu band ternama asal Bandung. Yang jelas-jelas gwe tolak.

Selain ini salah satu bagian dari prinsip yang gwe pegang, “Gak Dugem”, tapi ternyata gwe menemukan alasan lain yang tanpa sengaja gwe temuin.
Read the rest of this entry »





How to become a great Leader?

24 03 2009

Gwe sebenernya juga masih bingung seperti apa sih leader yang baik dan disukai anak-anaknya?Kenapa gwe sebut anak-anak? Karena bagiku, seorang pemimpin adalah orang tua bagi anak buah mereka. Pemimpin adalah ayah dan bunda dari orang-orang dibawahnya.

Karena bingung mau nulis apa lagi, langsung aja deh, gwe sebutin kriteria pemimpin yang baik versi gwe (versi anak buah).

1. Punya visi: Seorang pemimpin haruslah punya visi dan tujuan yang jelas tentang kapal yang di nahkodainya. Tanpa itu, dia akan membuat kapal yang dikendarai terombang-ambing tanpa tujuan. Belum lagi ketika kapal berhenti ditengah jalan karena kehabisan bahan bakar atau kehabisan bahan makanan untuk para awak kapal. Anda bisa memperkirakan sendiri apa yang akan terjadi.

2. Tahu misi : apa jadinya andai seorang pemimpin tak tahu apa yang harus dilakukannya? Apa jadinya andai dia tak tau bagaimana mencapai target? Bisa diketawain ma monyet berbintik kalo gtu. Pikirkan langkah-langkah visioner apa saja yang akan dilaksanakan, lalu ukur kemampuan diri. Jangan melakukan sesuatu langsung besar. Lakukan sedikit demi sedikit tapi pasti. Yang paling penting, pelajari kemampuan  dan tipe masing-masing anggota.

3. Postink (Positif Thinking) : Seorang leader harus tetap optimis dan positif thinking dengan target-target yang ingin dicapai. Seseorang akan mengikuti anda, andai anda memberikan tujuan dan keuntungan bagi mereka. Tanpa positif thinking, saya yakin 100% anda tak akan mencapainya.

4. Menjadi orang tua sekaligus pelayan: sebenarnya seorang pemimpin adalah pelayan, pelayan bagi para anggota dan targetnya. Begitulah yang diajarkan Rasulullah andai mereka mengetahuinya. Bahkan ketika menggali parit waktu perang, Rasulullah yang seoarang panglima perang sekaligus kepala negara, rela ikut menggalai parit sampai ketiak beliau yang putih menjadi kotor.

5. Mendengarkan: Harusnya setiap pemimpin bukanlah anti kritik, tetapi semakin kita ke atas, kita menjadi semakin butuh kritik. Mendengarkan kritik dan problem yang dihadapi anggota bagi saya sangat-sangatlah penting. Dengan begitu kita bisa lebih memperbaiki diri dan dekat dengan mereka.

6. Ingat amanah: Andai setiap manusia mengingat amanah-amanah yang mereka emban, tentunya mereka akan bekerja dan melayani dengan sebaik-baiknya. Harta, kekuasaan, jabatan, anak, istri, keluarga, nafas dan kehidupan adalah amanah. Suatu saat akan ada pertanyaan, sejauh manakah anda mengemban amanah anda? Anda sendiri yang bisa menjawabnya, bukan anak buah anda.

Saya bukanlah seorang pemimpin yang baik, saya sadari itu sepenuh hati. Tapi saya akan belajar memperbaikinya jika suatu saat Allah menganugerahkan kembali kepada saya. Semoga ini bisa menjadi masukan untuk kita semua, insyaAllah…

“Pemimpin adalah pelayan bagi anggotanya”





Bimbangku

20 03 2009

terkadang aku punya satu pertanyaan dalam hatiku yang tak pernah bisa aku jawab.

Apa dia merasakan apa yang aku rasakan?
Apa dia merasakan bahwa cinta ini tak tertahankan?

Aku takut, aku akan merasakan sesal yang dulu pernah aku dapatkan. Sesal yang seakan pernah membekukan hatiku hingga 4 tahun ini. Sampai pada suatu saat, aku menemukannya.

Sederhana, bahkan begitu sederhananya, aku tak bisa melukainya. Kesederhanaan yang mampu meluluhkan perasaanku.

Allah, aku menyebutnya dalam do’a di malam-malam sepiku ketika aku menghadapmu. Engkau mendengarku, Engkau melihatku, menangis mengadu tentangnya kepada-Mu.

Allah, sampai aku mengetahui dia sudah menemukan jodohnya, aku masih akan terus berdoa untuk memintanya darimu. Tapi aku akan ikhlas atas apa yang akan terjadi padaku nanti.

Berikanlah aku yang terbaik dalam hidupku, tentang rejeki, kesehatan dan jodohku. Serta anugerahkanlah kematian dalam pelukan agamamu.
Amiinn..








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.