Senja Merah

27 11 2008

Sore ini, senja merekah merah meninggalkan senandung-senandung pujaanNya. Masjid bersautan menyebut-Nya. Bahkan cuit burung gereja di sudut kusen jendela kamarku memuja-Nya.

Senja ini merah, meninggalkan segenggam kisah yang terkadang melegam hitam, tapi dengan ceria, senja ini mewarnainya. Mewarnai dengan sejuta kisah syarat hikmah, dimana setiap kesedihan diubahnya dalam tawa, dimana setiap tangis dibekali dengan sabar.

Langitpun memuja-Nya. Menggulung-gulung awan yang berarak meninggalkan siang. Bahkan sesekali segerombolan awan hitam tersenyum ketika mempersiapkan hujan.

Masih tetap menunggu petir datang sesekali, dimana dia meneriakkan, “Allahu Akbar!!!”. Yang diteruskan dengan encore yang manis dari gemuruh guntur yang menyambar. Subhannallah…

Kehidupan ini begitu sempurna, setiap jengkal nafas dan alam memuja-Nya.

Tapi manusia dengan keangkuhannya justru meninggalkan, meninggalkan dalam rutinitas kehidupan duniawi yang pasti akan berhenti suatu kali.

Allah…Allah…

Berilah hamba kesabaran dan kuatkanlah kesabaran hamba…Tundukkanlah hamba, getarkanlah jiwa hamba, dan sucikanlah hati hamba…

Allah..Allah…

Tiada daya bagi hamba tanpa-Mu…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: